KHASIAT DAN MANFAAT KUNYIT

Kunyit merupakan salah satu bahan makanan yang mempunyai warna serta cita rasa yang khas. Tidak hanya menyedapkan masakan, kunyit ataupun kunir merupakan rempah yang juga mempunyai bermacam- macam manfaat untuk kesehatan. Kunyit memiliki senyawa kimia bernama kurkumin. Zat pewarna kuning tersebut diprediksi dapat membantu proses pengobatan pada tubuh. Publik sering memakainya untuk menangani berbagai kondisi kesehatan.

Lalu, apa saja khasiat kunyit untuk kesehatan? Ikuti uraian sepenuhnya di bawah ini.

1. Menyembuhkan maag

Kunir telah sejak lama terkenal digunakan sebagai obat gangguan pencernaan alami. Maka pada saat gejala maag kambuh, tidak ada salahnya menyeduh secangkir teh kunyit hangat untuk meredakan nyerinya.

Maag bisa timbul dipicu oleh munculnya cedera di lambung akibat infeksi kuman H. pylori, mengkonsumsi obat antinyeri jangka panjang, toksin rokok, alkohol, serta makanan tertentu. Bermacam hal ini bisa mengikis lapisan dinding usus serta tenggorokan sehingga merangsang refluks asam lambung naik.

Nah, riset dari jurnal Pharmacognosy Reviews mengamati dampak curcumin menyembuhkan peradangan akibat cedera serta melindungi perut dari iritan- iritan tersebut dengan meningkatkan produksi lendir dinding lambung.

Tidak hanya itu, postingan dalam jurnal Systematic Reviews menyatakan kunyit membantu mengurangi frekuensi kekambuhan gejala maag. Karna kurkumin dalam kunyit juga bekerja mengatur produksi asam lambung serta empedu berlebih.

2. Mengurangi Indikasi Osteoarthritis

Khasiat kunyit yang lainnya yaitu kemampuannya untuk mengurangi indikasi osteoartritis. Senyawa tanaman dalam kunyit yang disebut kurkumin bisa mengurangi tanda peradangan sehingga sanggup meringankan indikasi osteoartritis.

3. Kulit gatal.

Bersumber pada suatu riset, kulit gatal akibat penyakit ginjal kronis dapat diatasi dengan komsumsi campuran produk yang mempunyai kandungan kurkumin serta ekstrak lada hitam ataupun cabe jamu( long pepper).

4. Melindungi Kesehatan Hati

Suatu penelitian pada tikus menemukan jika, ekstrak kunyit bisa jadi pelindung terhadap kerusakan hati kronis dengan membantu mengurangi stress oksidatif yang berbahaya

5. Antibakteri

Khasiat kunyit yang sangat terkenal ialah kemampuannya untuk melawan kuman. Mempunyai efek antibakteri yang kuat, kunyit dapat melawan pertumbuhan beberapa kuman pemicu penyakit.

6. Antiperadangan

Kunyit mempunyai sifat antiperadangan yang bermanfaat untuk menanggulangi bermacam penyakit kronis. Peradangan kronis tingkat rendah memainkan peran utama dalam hampir tiap penyakit kronis termasuk penyakit jantung, kanker, sindrom metabolik, Alzheimer serta bermacam penyakit degeneratif.

Oleh sebab itu, apa pun yang bisa membantu memerangi peradangan kronis berpotensi penting dalam menghindari dan bahkan menyembuhkan sebagian penyakit seperti yang sudah disebutkan.

Khasiat kunyit ini didapatkan sebab kemampuannya memblokir NF- kB, molekul yang bergerak ke inti sel Kalian serta mengaktifkan gen yang terikat dengan peradangan. NF- kB diyakini memainkan peran utama dalam banyak penyakit kronis. Kurkumin merupakan zat bioaktif yang melawan peradangan pada tingkat molekuler.

7. Meredakan perih haid

Wanita Indonesia barangkali sudah sangat akrab dengan jamu kunir asam yang bisa menolong meredakan perih haid( PMS). Nyatanya, khasiat ini bukan hanya semata- mata nasehat peninggalan nenek moyang saja, lho!

Isi kurkumin kunyit mempunyai manfaat pereda nyeri alami( analgesik) yang bekerja dengan melemaskan kontraksi rahim pemicu perut kram. Tidak hanya itu, kurkumin juga mengurangi aliran masuk ion kalsium pada sel- sel epitel rahim serta mengurangi produksi prostaglandin, hormon yang menghasilkan rasa sakit serta peradangan.

Khasiat kunyit ini semakin diperkuat oleh dampak antioksidan tannin, saponin, sesquiterpenes, alkaloid, serta phlobotamin dari asam jawa yang menenangkan kontraksi rahim. Walaupun begitu, sebagian pakar menganjurkan perempuan yang perdarahan menstruasinya berat buat tidak komsumsi kunyit.

Khasiat kunyit memanglah belum dapat ditentukan seluruhnya, sebab masih memerlukan fakta serta riset lebih lanjut. Tetapi, mengingat telah terdapat riset yang berikan nilai positif pada khasiatnya, tidak terdapat salahnya berupaya melakukan pengobatan dengan tumbuhan herba ini. Walaupun begitu, saat sebelum komsumsi kunyit sebagai pendamping pengobatan, konsultasikan terlebih dulu kepada dokter.

Informasi kesehatan ini telah ditinjau dr. Jati SatriyoInformasi dan dr. Kevin Adrian

 direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri – Dokter Umum

Referensi

Arnarson, A. Healthline (2017). Does Too Much Turmeric Have Side Effects?

Gunnars, K. Healthline (2017). 10 Proven Health Benefits of Turmeric and Curcumin.

Mayo Clinic (2018). Diseases & Conditions. Osteoarthritis.

Ratini, M. WebMD (2017). Health Benefits of Turmeric.

WebMD (2018). Vitamins and Supplements: Turmeric.

Harris, S. WebMD Boots (2016). The Health Benefits of Turmeric.

Ware, Megan, RDN, LD. 2018. Everything you need to know about turmeric. https://www.medicalnewstoday.com/articles/306981.php. (Diakses pada 31 Oktober 2019).

TURMERIC. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-662/turmeric. (Diakses pada 31 Oktober 2019).

Gunnars, Kris, BSc. 2018. 10 Proven Health Benefits of Turmeric and Curcumin. https://www.healthline.com/nutrition/top-10-evidence-based-health-benefits-of-turmeric#section9. (Diakses pada 31 Oktober 2019).

Turmeric vs Curcumin: Which Should You Take. https://www.healthline.com/nutrition/turmeric-vs-curcumin#turmeric. (Diakses pada 31 Oktober 2019). (Diakses pada 31 Oktober 2019).

Migala, Jessica. 2019. What Is Turmeric (Curcumin)? The Lowdown on the Benefits of the Golden Spice, and How to Get Your Fix. https://www.everydayhealth.com/diet-nutrition/diet/turmeric-curcumin-benefits-side-effects-types-more/#healthbenefits. (Diakses pada 31 Oktober 2019).

10 REASONS WHICH MAKES BLACK TURMERIC AN EXOTIC HERB. http://empyreanforests.com/blog/10-reasons-which-makes-black-turmeric-an-exotic-herb/. (Diakses pada 31 Oktober 2019).

White turmeric facts and health benefits. https://www.healthbenefitstimes.com/white-turmeric/. (Diakses pada 31 Oktober 2019).

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *